Prolog

Tepat hari ini (o7 Dec ‘05), setahun yang lalu kutuliskan :

Ujung Gerimis

Diantara lalulang kendaraan yang laju pada satu jalanan. Merepih setiap kenangan pada
petapeta yang tetap saja buta.

Musim penghujan belum berakhir, namun malam itu sedang bersahabat menembusnya. Tanpa hujan, tanpa rembulan, juga bintang-bintang. Hanya ada kita, dua makhluk dalam dua hasrat memandang pada awanawan. Entah bagaimana memulainya, kita terjebak dalam pembicaraan. Entah tentang apa. Hanya pemandu pada gejolak yang terasa mengabur begitu saja.

Aku mencintai hujan, gerimis dan saudarasaudaranya. Ia mencintai serbukserbuk wangi dari masa kecil yang mengantarkan setiap lelapnya. Memberi pemahaman tentang dunia yang damai. Entah bagaimana pada satu jalanan di ujung gerimis kita bertemu. Menabuhi hari dengan getargetar. Entah untuk apa. Sedang jalan ke depan telah tampak menggelap. Ini hanya pengisi hari ditengah getar yang semakin menjarang.

Sudahlah, pada satu hatiku yang tersimpan di sana, aku ucapakan selamat malam. Gerimis baru saja berujung. Aku benci ketika gerimis harus berujung, sedang ia mungkin tergelak ceria. Dan kembali aku pada katakata. Katakata yang membuat dunia menjadi lebih bising, setidaknya buatku.

“Kita mungkin hanya dua orang yang mungkin naif pada gerombolan dunia”. Hanya itu yang terucap di ujung gerimis dari bibirku. Tepat sebelum ia menghilang di balik larut malam yang semakin gigil dalam kerahasiaannya. Terimakasih.

dan pada ruang yang masih menyisakan aroma catnya ini, aku kembali mencoba menyibak tabir hari, menyaksi dan merasa… dengan iringan lagu “Oh My Love”-nya John Lennon…

Oh my love for the first time in my life
My eyes are wide open
Oh my lover for the first time in my life
My eyes can see
I see the wind, oh I see the trees
Everything is clear in my heart
I see the clouds, oh I see the sky
Everything is clear in our world

Oh my love for the first time in my life
My mind is wide open
Oh my lover for the first time in my life
My mind can feel

I feel the sorrow, oh I feel the dreams
Everything is clear in my heart
I feel life, oh I feel love
Everything is clear in our world

disambung dengan Sahutan Marius dan Eponine dalam Les Miserables:

EPONINE:
Don’t you fret, M’sieur Marius
I don’t feel any pain
A little fall of rain
Can’t hardly hurt me now
You’re here, that’s all I need to know
And you will keep me safe
And you will keep me close
And rain will make the flowers grow.

MARIUS:
But you will live, ‘Ponine – dear God above,
If I could heal your wounds with words of love.

EPONINE:
Just hold me now, and let it be.
Shelter me, comfort me

MARIUS:
You would live a hundred years
If I could show you how
I won’t desert you now…

EPONINE:
The rain can’t hurt me now
This rain will wash away what’s past
And you will keep me safe
And you will keep me close
I’ll sleep in your embrace at last.

The rain that brings you here
Is Heaven-blessed!
The skies begin to clear
And I’m at rest
A breath away from where you are
I’ve come home from so far
So don’t you fret, M’sieur Marius

I don’t feel any pain
A little fall of rain
Can’t hardly hurt me now

That’s all I need to know
And you will keep me safe
And you will keep me close

MARIUS(in counterpoint):
Hush-a-bye, dear Eponine,
You won’t feel any pain
A little fall of rain
Can’t hardly hurt you now
I’m here

I will stay with you
Till you are sleeping

EPONINE:
And rain…

MARIUS:
And rain…

EPONINE:
Will make the flowers…

MARIUS:
Will make the flowers… grow…

(She dies. Marius kisses her, then lays her on the ground)

ENJOLRAS:
She is the first to fall
The first of us to fall upon this barricade

MARIUS:
Her name was Eponine
Her life was cold and dark, yet she was unafraid.

COMBEFERRE:
We fight here in her name

PROUVAIRE:
She will not die in vain.

LESGLES:
She will not be betrayed.

(They carry her body off)

maka,lahirlah si ranahkuhujan ini.terimakasih pada semua, lengkap dan melengkapi hidup, terutama seseorang yang memperkenalkan ”A Little Fall of Rain” di atas.

demian.

Post a Comment